Iran Punya Bukti Keterlibatan AS PDF Cetak E-mail
Senin, 16 Januari 2012 11:11
    Pemerintah Iran mengaku memiliki bukti keterlibatan Washington dalam  pembunuhan ahli nuklir Iran. Pembunuhan ahli nuklir Iran itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat terkait program nuklir Teheran.
“Kami memiliki bukti berupa dokumen yang dapat mengungkapkan bahwa ledakan itu adalah aksi teror yang direncanakan, dituntun, dan didukung oleh CIA,” ujar Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Swiss di Teheran seperti dikutip Reuters, Minggu, (15/1/2012).
Surat tersebut dilayangkan ke Kedubes Swiss karena Kedubes Swiss secara resmi mewakili kepentingan AS di Iran dan seperti diketahui AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.
Peristiwa ledakan itu dinilai sama dengan peristiwa pembunuhan ahli nuklir Iran beberapa tahun yang lalu. Seorang saksi mata mengatakan, pengendara motor tampak menanam bom di mobil Profesor Mostafa Ahmadi Roshan. Ledakan pun muncul, dan melukai dua orang lainnya.
“Musuh kita, terutama AS, Inggris, dan Israel harus bertanggung jawab atas tindakan mereka,” ujar juru bicara staf gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Massoud Jazayeri.
Dalam laporannya, stasiun tv milik Iran mengatakan, Pemerintah juga telah melayangkan apa yang mereka sebut sebagai surat kutukan kepada Inggris. Iran menuding ledakan yang menewaskan ahli nuklir Iran itu terjadi setelah kepala intelijen Inggris (M16) mengumumkan operasi intelijen terhadap negara-negara yang tengah mengembangkan senjata nuklir.
Kendati telah dituding berulang kali berada di balik peristiwa pembunuhan ahli nuklir Iran, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dan Presiden Israel Shimon Perez tetap membantah pihaknya terlibat dalam serangan tersebut.
Meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat, ternyata tidak menghentikan Teheran untuk memulai pengayaan uraniumnya di sebuah bunker di dekat kota suci Syiah Qom pekan lalu.
Barat menuding program nuklir Iran ditujukan untuk membangun persenjataan, sedangkan Teheran menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan program nuklirnya bertujuan damai.
Sebelumnya Iran mengatakan, pihaknya bersedia untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan AS dan negara-negara berkekuatan besar lainnya yang sempat terhenti tahun lalu. Menanggapi hal ini Barat mengatakan, pembicaraan tersebut tidak ada gunanya selama Teheran tidak menghentikan pengayaan uraniumnya.
Sebanyak lima ilmuwan nuklir Iran telah tewas dalam serangan bom magnet yang terjadi secara terpisah. Juru Bicara Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Massoud Jazayeri, menyatakan,  Amerika, Inggris dan rezim Zionis (Israel) harus bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan para ahli nuklirnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, mengungkapkan, serangan terhadap para ilmuwan nuklir Iran itu terjadi akibat bocornya rahasia tentang para ahli nuklir itu ke tangan teroris. Iran menuding data rahasia ilmuwan nuklir Iran itu dibocorkan oleh inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Mereka yang datang ke Iran dengan alasan menginspeksi fasilitas nuklir telah mengidentifikasi para ilmuwan Iran dan menyerahkan nama-nama mereka kepada kelompok teroris,” kata Ramin Mehmanparast.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague pada Ahad (15/1) memperingatkan bahwa program nuklir Iran dapat memicu satu perlombaan senjata di Timur Tengah, dan bahwa semua opsi untuk urusan dengan ancaman tersebut sedang dipertimbangkan.
Dalam satu wawancara dengan Sunday Telegraph, Hague menyerukan rezim Iran untuk memasuki perundingan-perundingan atau menghadapi sanksi yang lebih keras. Pemerintah-pemerintah Eropa bergerak makin dekat kepada kesepakatan mengenai embargo minyak Iran yang akan memberikan perusahaan enam bulan untuk tahap penghapusan kontrak dengan Teheran.
“Kami harus menghadapi masalah ini, karena Iran telah memulai bagian yang mengancam seluruh wilayah Timur Tengah dengan penyebaran nuklirnya,” kata Hague kepada Telegraph.
“Ini mengintensifkan masalah yang kita miliki berkaitan dengan program nuklir mereka,” katanya menambahkan. “Dan dengan demikian ada resiko bahwa hal ini akan menjadi krisis yang lebih besar pada saat tahun 2012 berlangsung.”
Iran menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai eksklusif. Tetapi kebanyakan negara-negara Barat percaya bahwa itu hanya kedok untuk mengembangkan senjata nuklir.
Kecurigaan itu diperkuat meskipun tidak dikonfirmasi oleh laporan November Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hague berikrar “lebih kuat dan lebih kuat” sanksi yang dijatuhkan kepada Iran, sampai negara itu setuju untuk berunding, namun memperingatkan terhadap efektivitas pembatasan ekonomi.
Menteri mengatakan bahwa Inggris tidak mempertimbangkan aksi militer terhadap Iran, namun menekankan tidak akan “mengambil pilihan di luar perundingan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s