berita terkini, 28 januari 2012

Malaysia tempat ketiga EPI
Oleh Syed Mohd Ridzuwan Syed Ismail
smohd@bharian.com.my
2012/01/28

Kejayaan negara urus pelestarian alam sekitar beri kesan kepada pelabur

JOHOR BAHRU: Malaysia mencatat kedudukan terbaik dalam Indeks Prestasi Alam Sekitar (EPI) apabila diiktiraf sebagai negara ketiga terbaik di rantau Asia Pasifik dan 25 terbaik daripada 132 negara seluruh dunia.

Pada 2010, EPI Malaysia berada pada kedudukan 54 di kalangan 163 negara seluruh dunia dan keenam di rantau Asia Pasifik.

EPI penting kerana ia memberi gambaran kejayaan negara mengurus alam sekitar dan sumber alam dengan baik. – Dr Zaini Ujang, Ketua Pasukan Indeks Prestasi Alam Sekitar Malaysia

Antara aspek dinilai adalah perubahan iklim, pertanian, perikanan, perhutanan, pencemaran air dan pencemaran udara yang memberi kesan kepada hidupan.

Di rantau Asia Pasifik, New Zealand berada di tempat teratas, diikuti Jepun sebelum Malaysia.

Manakala pada peringkat dunia, EPI Malaysia berada setaraf dalam kumpulan negara berprestasi EPI terbaik setanding Jerman, Iceland, Finland, Denmark, Belgium dan Jepun.

Ketua Pasukan EPI Malaysia, Datuk Prof Dr Zaini Ujang, berkata kedudukan EPI itu diumumkan dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Switzeland kelmarin dan penanda aras EPI itu memberi imej baru kepada negara.
Katanya, kajian penanda aras penunjuk dan polisi pelestarian alam sekitar dunia itu dilakukan kumpulan penyelidik Universiti Yale dan Universiti Colombia, Amerika Syarikat dengan kerjasama Suruhanjaya Eropah dan Forum Ekonomi Dunia bagi menilai pelestarian sesebuah negara melalui dua objektif utama iaitu kesejahteraan alam sekitar dan kesan pencemaran terhadap kesejahteraan hidup manusia.

“Berdasarkan petunjuk dikeluarkan, prestasi Malaysia berada pada kedudukan amat baik daripada segi kesan udara kepada kesihatan manusia iaitu 97.3 peratus, pertanian (95 peratus) dan biodiversiti serta habitat (90.1 peratus).

“Bagaimanapun, langkah proaktif bagi menambah indeks perubahan iklim dan perhutanan perlu diambil yang masing-masing dinilai pada kadar 28 dan 17.4 peratus saja,” katanya dalam sidang media di sini, semalam.

EPI juga bagi memberi kesedaran kepada perancang dan pembuat dasar negara di dunia berkaitan pentingnya menetapkan sasaran dan menyediakan data telus bagi mengukur kelestarian berasaskan 25 penunjuk prestasi alam sekitar.

Dr Zaini yang juga Pengerusi Majlis Kualiti Alam Sekeliling Malaysia, berkata peningkatan EPI itu juga disebabkan insentif kerajaan ditadbir Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak, yang memberi penekanan kepada kelestarian Model Ekonomi Baru (MEB).

“EPI penting kerana ia memberi gambaran kejayaan negara mengurus alam sekitar dan sumber alam dengan baik, selain kesan kepada pelabur dan pelancong.

“Peningkatan ini usaha dilakukan pasukan EPI Malaysia yang mengumpul data pelbagai jabatan dan kementerian serta memberikan data komposit daripada data sebelumnya,” katanya.

 

 

Dulu SBY Minta DPR Berhemat, Kini Istana Bangun Parkir Rp10,6 M

Istana Negara (Dok. Okezone)

Istana Negara (Dok. Okezone)

JAKARTA – Masih ingat dengan proyek gedung baru DPR? Proyek yang taksiran awalnya akan menghabiskan anggaran Rp1,8 triliun mendapat sorotan publik.

Gedung mewah yang konsepnya dibangun 36 lantai akhirnya dibatalkan. Padahal anggaran untuk proyek ini sudah turun hingga harga akhir menjadi Rp777 miliar.

Bukan cuma publik, pengamat ataupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati parlemen, sorotan juga datang dari Istana. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara langsung memberikan tanggapan.

Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, SBY secara khusus meluangkan waktu menanggapi proyek gedung baru DPR yang sudah jadi polemik. Kala itu, dengan tegas Presiden SBY meminta DPR mengkaji ulang pembangunan gedung baru.

“Saya menginstruksikan, setelah dilakukan pengecekan rencana pembangunan gedung dan fasilitas yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan, bahkan dalam bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan, agar ditunda dulu, untuk dilakukan revisi penyesuaian, bahkan barangkali kalau memang tidak sangat diperlukan bisa ditunda dan dibatalkan,” kata SBY, Kamis, 7 April 2011.

Dalam pernyataannya, Presiden SBY juga meminta kementerian dan pemerintah daerah berpikir ulang untuk mengajukan proyek yang bakal jadi fasilitas penunjang kegiatan. Presiden juga mengingatkan pejabat negara dan pejabat daerah agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat.

“Saya masih melihat gedung dan bangunan yang dibangun, baik di tingkat pusat juga di daerah, bahkan yang mencolok di beberapa daerah termasuk wisma dan rumah jabatan, yang menurut saya, setelah saya lihat langsung itu berlebihan, mewah. Sementara di sekelilingnya kalau di daerah itu prasarana publik justru kurang, apakah air bersih, apakah fasilitas jalan, puskesmas, prasarana pendidikan,” imbuh SBY.

SBY saat itu juga menyinggung Instruksi Presiden (Inpres) yang dia keluarkan. Inpres Nomor 7 Tahun 2011 itu berjudul Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga tahun Anggaran 2011.

“APBN 2011 tahun berjalan atas instruksi No. 7 Tahun 2011 yang saya keluarkan itu, kita telah melakukan sejumlah penghematan, dan tercatat sekarang ini bisa dihemat dana sebanyak Rp16,8 triliun yang pada gilirannya akan kita bahas bersama DPR untuk pengalihan atau penggunaan yang lebih tepat,” jelasnya.

Lalu apa yang terjadi hampir setahun kemudian? Berdasarkan data yang diperoleh Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Sekretariat Negara tercatat punya alokasi anggaran untuk sederet proyek.

FITRA merilis proyek areal parkir di Istana yang anggarannya, Rp 12 miliar. Data ini dibantah. Kepala Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara Sugiri kemarin menjelaskan proyek areal parkir hanya menelan Rp10,6 miliar.

Sugiri menjelaskan pembangunan parkir dilingkungan Istana berbeda dengan di DPR, hal itu karena lahan parkir di Istana dibangun di bawah tanah menggunakan konstruksi beton yang terdiri dari lantai dasar dan basement totalnya 3270 m2.

“Selain itu fasilitas bukan hanya untuk parkir tetapi juga musala dan koperasi. Lapangan parkir bisa menampung 1.000 motor, ada taman juga,” tuturnya.

Tapi bukan cuma proyek parkir, FITRA juga merilis anggaran renovasi Istana Kepresidenan di Jakarta, Bogor, Cipanas,Yogyakarta, dan Bali. Total anggarannya Rp21,9 miliar.

Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menyebut keborosan Istana menunjukan ketidakkonsitenan Presiden SBY dalam pelaksanaan kebijakan penghematan anggaran.

“Jadi sia-sia imbauan SBY soal ajakan hentikan korupsi dan hemat anggaran. Presiden SBY pernah mengeluarkan inpres penghematan APBN 2011, kok di rumahnya sendiri justru melakukan pemborosan anggaran. Ini contoh tidak konsistennya Presiden SBY,” kata Roy Salam kepada okezone tadi malam.

 

Cuaca Buruk, Antrean Truk di Bakauheni Capai 2 Km

Sabtu, 28 Januari 2012 11:29 wib

Ilustrasi antrean kendaraan (Dok: Sindo TV)

Ilustrasi antrean kendaraan (Dok: Sindo TV)

LAMPUNG SELATAN – Cuaca buruk dan gelombang tinggi di Selat Sunda mengakibatkan antrean panjang truk yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Pantauan pada pukul 10.00 WIB siang tadi, antrean truk sudah mencapai dua kilometer dari pelabuhan hingga jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Antrean truk mengular disebabkan kapal ferry membutuhkan waktu lebih lama saat berlayar. Saat akan bersandar ke Pelabuhan Bakauheni pun kapal membutuhkan waktu lebih lama karena gelombang tinggi.

Seorang supir truk, Burhanudin, mengaku sudah mengantre sejak Jumat siang kemarin. “Kalau terjebak antrean seperti ini, kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi,” keluhnya, Sabtu (28/1/2012).

Akibat antrean panjang, para awak kendaraan juga harus menanggung biaya perjalanan lebih besar, terutama untuk makan.

Jumlah armada penyeberangan yang melayani jalur Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya berkurang drastis akibat cuaca buruk.

Pengurangan armada penyeberangan biasanya terjadi pada malam hari yakni dari 25 armada ferry menjadi 13 kapal.

Manajer Operasional Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, mengatakan pengurangan armada dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir.

Sebanyak 12 kapal terpaksa tidak dioperasikan karena cuaca tidak memungkinkan.

 

Menkeu Pastikan Tarif Listrik Naik 10%

Sabtu, 28 Januari 2012 12:27 wib
Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Okezone

Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Okezone
JAKARTA – Pemerintah tetap menganggarkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen meskipun banyak opsi lain yang timbul akhir-akhir ini.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang ditemui dalam inspeksi mendadak ke TPK Koja, Tanjung Priok, Jakarta Sabtu (28/1/2012).

“Pokoknya kami menganggarkan ya naik maksimum 10 persen. Saya tegaskan sampai dengan 10 persen,” ujar Agus.

Menurutnya nanti dalam perjalanannya kemungkinan tetap ada opsi lain yang berkembang. “Jadi kalo ada opsi lain saya persilahkan tapi kami meminta 10 persen maksimum kenaikan TDL,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyerahkan dua opsi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mengenai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen.

“Ada beberapa opsi (kenaikan) yang menggunakan 450 watt tidak naik. Opsi kedua 450 watt, 900 watt sampai 60 kwh ada yang tidak naik tapi semua naik 10 persen. Untuk golongan pelanggan tidak mampu tidak naik. Opsi-opsi itu yang akan diajukan ke DPR. Pemerintah sudah usulkan, ada beberapa alternatif,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Djarman.

Dia mengklaim, jika memang ada kenaikan 10 persen, maka PLN dapat menghemat kurang lebih Rp8,9 triliun. “Semua akan dibicarakan. kalau 450 watt itu naik tapi sesudah pemakaian diatas 60 kwh,” tegasnya. (wdi)

Berita Terkait : Listrik

 

 

Bahasa Gaul, Cara Asyik Berteman di AS

Sabtu, 28 Januari 2012 10:19 wib
Image: corbis.com

Image: corbis.com
KEMAMPUAN bahasa Inggris memang menjadi modal utama ketika kita akan menuntut ilmu di negeri asing.

Tapi, komunikasimu akan lebih asyik jika kamu mengetahui berbagai istilah gaul yang biasa dipakai kalangan pelajar dan mahasiswa di negara tujuan.

Yuk kita contek istilah gaul pelajar Amerika Serikat (AS) untuk abjad J hingga P seperti disitat dari International Student Guide to the USA, Sabtu (28/1/2012).

Junior: Mahasiswa tahun ketiga di perguruan tinggi atau universitas.

Jock: Stereotipe klasik untuk atlet Amerika.

Kegger: Sebuah pesta yang dihadiri oleh para mahasiswa, di mana tujuannya adalah mengonsumsi bir yang keluar dari suatu tong.

Major: Studi utama dari mahasiswa sarjana yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau universitas.

Mid-term: Ujian yang diberikan di tengah semester untuk mengukur perkembangan dan pemahaman mahasiswa mengenai mata kuliah.

Minor: Fokus sekunder dari kuliah mahasiswa (fokus kedua setelah major).

Nerd (Alternatif: geek atau dork): Stereotipe yang mengacu kepada seseorang yang hanya ingin mengejar pengetahuan intelektual atau masa lalu, daripada terlibat dalam kehidupan sosial atau kegiatan mahasiswa seperti berpesta.

Pad: Tempat untuk tinggal.

Party Animal: Seseorang yang hobinya senang-senang dan pesta.

Peace atau peace out: Frase yang biasa digunakan untuk mengucapkan selamat tinggal.

Prof: Kependekan dari profesor.

Psyched: Sangat gembira atau bahagia menjelang suatu peristiwa.(rfa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s