berita terkini, 6 febuari 2012

Kembalinya Suarez Bisa Hidupkan Anfield
Ifaliani Cleopradnya Elwahby | Aloysius Gonsaga | Senin, 06 Februari 2012 | 16:22 WIB

AFP

Penyerang Liverpool, Luis Suarez.

LIVERPOOL, KOMPAS.com – Kembalinya Luis Suarez untuk membela Liverpool, membuat Kevin Bond, Asisten pelatih Tottenham Hotspur, yakin bahwa kedatangannya akan menambah atmosfer di Anfield pada pertandingan melawan Tottenham, Selasa (7/2/2012) dini hari.

Ini adalah laga pertama untuk Suarez setelah ia dihukum selama delapan pertandingan pascakasus rasisme terhadap Patrice Evra, Oktober lalu. Oleh karena itu, Bond yakin pemain Liverpool, manajemen, serta seluruh publik Anfield akan menyambut baik kedatangan Suarez. Selain itu, bukan tidak mungkin Liverpool akan sulit untuk ditaklukkan.

“Dia (Suarez) pemain yang fantastis dan telah menjadi pemain yang fantastis untuk Liverpool,” ujar Bond seperti dilansir dari ESPNstar Senin (6/2/2012).

“Ini akan memberi semangat tambahan bagi publik Anfield. Mereka akan menyambutnya dengan meriah. Pertandingan pertama itu akan membuat Liverpool sulit dikalahkan,” ujar Bond.

Performa Liverpool yang sedang menanjak saat ini, memang diakui oleh Bond. “The Reds” berhasil lolos ke final Piala Carling dengan mengalahkan Manchester City dan menyingkirkan Manchester United di Piala FA.

Namun, Tottenham juga datang dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi karena didukung fakta bahwa mereka berhasil mengalahkan Liverpool pada akhir musim lalu. Hal itu membuat Bond yakin timnya dapat kembali meraih kemenangan jika mempunyai motivasi yang  sama seperti dulu.

“Itu adalah penampilan besar dari kalian. Saya yakin jika pemain merefleksikan itu dengan cara yang sama, kemenangan akan kembali kami raih,” ungkap Bond.

Selama dua minggu terakhir, Bond mengambil alih pelatihan Tottenham setelah Harry Redknapp terlibat kasus penggelapan pajak. Tottenham sendiri berada di peringkat ketiga dengan perolehan 49 poin.

 

IHSG Terpangkas, Jauhi Lagi 4.000
Anastasia Joice | Nasru Alam Aziz | Senin, 6 Februari 2012 | 16:23 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah penguatan indeks di kawasan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 41 poin di akhir perdagangan. Para investor merealisasikan keuntungan setelah indeks sempat menguat. Pada perdagangan Senin (6/2/2012), IHSG merupakan indeks yang jatuh paling dalam di antara bursa-bursa kawasan.

IHSG ditutup terpangkas 41,161 poin atau 1,03 persen menjadi 3.974,788. Indeks LQ 45 pun melemah 9,299 poin atau 1,32 persen menjadi 693,827.

Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari ini, mengikuti penguatan di Wall Street setelah ada data tentang penguatan penciptaan lapangan kerja di AS. Tetapi, kekhawatiran tentang Yunani yang belum juga selesai menangani krisisnya masih menjadi catatan.

Bursa Tokyo naik 1,1 persen atau 97,27 poin menjadi 8.929,20, Sydney menguat 1,05 persen atau 44,8 poin menjadi 4.296, sementara Seoul yang pada awal perdagangan menguat, akhirnya ditutup mendatar saja.

Pasar finansial di Kuala Lumpur dan Wellington libur. Para investor menyambut data ekonomi AS. Data penurunan pengangguran di AS menandakan perekonomian di negara besar itu sudah mulai membaik.

Data tersebut mendorong penguatan indeks Dow Jones hingga naik mencapai level sebelum krisis akhir pekan lalu. Dow Jones naik 1,23 persen menjadi 12.860,23 yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2008. Indeks S&P menguat 1,46 persen menjadi 1.344,9.

“Jika Yunani dapat menyelesaikan pembicaraan dengan sektor swasta, pasar saham akan lebih kuat lagi,” ujar analis dari Samsung Securities Park Seung-Jin di Seoul.

Para pelaku pasar juga menyambut penawaran saham perdana Facebook yang diperkirakan dapat meraup dana publik hingga 5 miliar dollar AS.

 

Kembalinya Suarez Bisa Hidupkan Anfield
Ifaliani Cleopradnya Elwahby | Aloysius Gonsaga | Senin, 06 Februari 2012 | 16:22 WIB

AFP

Penyerang Liverpool, Luis Suarez.

LIVERPOOL, KOMPAS.com – Kembalinya Luis Suarez untuk membela Liverpool, membuat Kevin Bond, Asisten pelatih Tottenham Hotspur, yakin bahwa kedatangannya akan menambah atmosfer di Anfield pada pertandingan melawan Tottenham, Selasa (7/2/2012) dini hari.

Ini adalah laga pertama untuk Suarez setelah ia dihukum selama delapan pertandingan pascakasus rasisme terhadap Patrice Evra, Oktober lalu. Oleh karena itu, Bond yakin pemain Liverpool, manajemen, serta seluruh publik Anfield akan menyambut baik kedatangan Suarez. Selain itu, bukan tidak mungkin Liverpool akan sulit untuk ditaklukkan.

“Dia (Suarez) pemain yang fantastis dan telah menjadi pemain yang fantastis untuk Liverpool,” ujar Bond seperti dilansir dari ESPNstar Senin (6/2/2012).

“Ini akan memberi semangat tambahan bagi publik Anfield. Mereka akan menyambutnya dengan meriah. Pertandingan pertama itu akan membuat Liverpool sulit dikalahkan,” ujar Bond.

Performa Liverpool yang sedang menanjak saat ini, memang diakui oleh Bond. “The Reds” berhasil lolos ke final Piala Carling dengan mengalahkan Manchester City dan menyingkirkan Manchester United di Piala FA.

Namun, Tottenham juga datang dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi karena didukung fakta bahwa mereka berhasil mengalahkan Liverpool pada akhir musim lalu. Hal itu membuat Bond yakin timnya dapat kembali meraih kemenangan jika mempunyai motivasi yang  sama seperti dulu.

“Itu adalah penampilan besar dari kalian. Saya yakin jika pemain merefleksikan itu dengan cara yang sama, kemenangan akan kembali kami raih,” ungkap Bond.

Selama dua minggu terakhir, Bond mengambil alih pelatihan Tottenham setelah Harry Redknapp terlibat kasus penggelapan pajak. Tottenham sendiri berada di peringkat ketiga dengan perolehan 49 poin.

 

 

Ruhut: Jika Anas Mundur, Demokrat Membaik
Sandro Gatra | Glori K. Wadrianto | Senin, 6 Februari 2012 | 12:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meyakini tingkat elektabilitas partainya akan kembali membaik jika Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Sebab, kini Partai Demokrat tersandera oleh kasus wisma atlet SEA Games di Jaka Baring, Sumatera Selatan, dan Hambalang, Jawa Barat, yang menyeret Anas.

“Aku kan sudah bilang mundur dulu sementara, selesaikan masalah ini. Kita enggak mau tersandera. Ini faktanya,” kata Ruhut di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (6/2/2012).

Ruhut melontarkan pendapatnya ini sebagai tanggapan atas turunnya dukungan publik terhadap Partai Demokrat berdasarkan hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilansir Minggu kemarin. Pada Januari 2011, Partai Demokrat masih mendapat dukungan 20,5 persen responden. Pada Juni, dukungan turun menjadi 15,5 persen dan Oktober 16,5 persen.

Pada survei terakhir, Januari-Februari 2012, dukungan itu kembali turun menjadi 13,7 persen. Setidaknya, dari 1.200 responden yang berasal dari 33 provinsi, 13,7 persen saja yang masih memilih Partai Demokrat. LSI menengarai, kasus suap proyek wisma atlet SEA Games menjadi pemicu turunnya dukungan masyarakat. Apalagi, saat ini semakin banyak masyarakat yang mengetahui skandal suap tersebut.

Ruhut mengatakan, secara organisasi, tidak ada mekanisme yang dapat menurunkan Anas. Sebab, yang bersangkutan belum dijadikan sebagai tersangka oleh penegak hukum. Menurut dia, hanya kehendak Anas sendiri untuk mundur yang dapat menyelamatkan partai.

Sebelumnya, khusus mengenai Anas yang disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memilih menunggu tuntasnya proses hukum. Sepanjang belum ada keputusan hukum yang tengah berjalan di KPK, ia tidak akan mengambil keputusan terhadap Anas, termasuk penonaktifan sebagai Ketua Umum.

Terkait pernyataan itu, Ruhut mengatakan, “Aku juga sama kalau bicara soal hukum. Tapi kita berbicara etika dalam politik. Etika yang harus dikedepankan.”

 

Presiden Ajak Pers Diskusikan Pemilu 2014
Hindra Liu | I Made Asdhiana | Senin, 6 Februari 2012 | 16:00 WIB
RUMGAPRES/ABROR RIZKI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Murenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta insan pers mulai memberitakan soal penyelenggaraan Pemilu 2014 sehingga masyarakat mengerti calon pemimpin beserta latar belakang dan partai politiknya. Pemilu 2014 dinilai turut menentukan masa depan Indonesia, setidaknya selama lima tahun mendatang.

”Presiden meminta kepada pers agar mulai memerhatikan peristiwa yang akan berlangsung pada 2014. Beliau meminta pers mulai mendiskusikan sekaligus memberikan ruang kepada mereka yang potensial untuk memimpin Indonesia nantinya,” kata Bagir Manan mengutip kata-kata Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Pada pertemuan Presiden dengan jajaran pers terkait persiapan Peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2012, di Jambi, Presiden mengatakan, kemerdekaan pers memang memungkinkan timbulnya ekses. Namun, hal ini lebih baik ketimbang pemasungan kemerdekaan pers.

Secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, Presiden beranggapan bahwa pemilu tak ubahnya proses regenerasi kepemimpinan. Masyarakat dipandang perlu memahami latar belakang para calon pemimpinnya. ”Itu penting untuk disosialisasikan, kandidat yang tampil, juga partainya, background kandidatnya perlu pembelajaran. Penjelasan itu perlu. Pers diminta mulai menyosialisaikan,” kata Tifatul.

 

 

Jangan Sembrono Keluarkan Izin
Imam Prihadiyoko | Robert Adhi Ksp | Senin, 6 Februari 2012 | 15:53 WIB
Robert Adhi Ksp/KOMPAS ILUSTRASI

JAKARTA, KOMPAS.com — Hermanto, anggota Komisi IV DPR, menyatakan pemerintah harus melakukan kajian integral sebelum mengeluarkan izin dan konsesi lahan. Lemahnya kajian ini ditengarai menjadi sebab terjadinya dampak negatif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan.

Semestinya pemberian izin dan konsesi atas lahan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan pelestarian lingkungan, bukan sebaliknya. ”Jangan asal keluarkan izin atas penguasaan dan pemanfaatan tanah. Izin yang tidak disertai dengan kajian yang mendalam atas dampak negatif pada wilayah yang bersangkutan telah menimbulkan potensi konflik pertanahan,” ujar Hermanto, di Jakarta, Senin (6/2/2012).

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menengarai, konflik yang muncul lebih sering disebabkan oleh adanya keinginan sebagian pihak untuk dapat memperoleh profit yang maksimal dengan mengesampingkan pertimbangan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan.

Untuk itu, Herman mendorong pemerintah untuk membuat mekanisme atau regulasi yang mensyaratkan adanya pertimbangan aspek sosial, ekonomi, dan budaya sehingga pertimbangan atas dampak negatif menjadi syarat utama dalam mengeluarkan izin atau konsesi sekaligus memberikan sanksi yang memadai atas pelanggaran tersebut.

 

Polri Masih Belum Temukan Bukti
Ferry Santoso | Robert Adhi Ksp | Senin, 6 Februari 2012 | 14:57 WIB
Kompas Images/Dhoni Setiawan Andi Nurpati

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI sampai sekarang belum menemukan alat bukti dalam kasus dugaan surat palsu Mahkamah Konstitusi untuk menemukan tersangka lain. Penyidik Polri juga tidak mendapatkan tekanan politis dalam mengungkap kasus itu.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin (6/2/2012). Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri pernah memeriksa politisi Partai Demokrat Andi Nurpati sebagai saksi dalam kasus dugaan surat palsu MK.

Penyidik, lanjut Saud, tetap melakukan penyelidikan. Sampai sekarang, belum ada yang signifikan.

Sebelumnya, mantan kuasa hukum terdakwa dalam perkara surat palsu MK itu, Erwin Partogi mengatakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan hukum penjara selama satu tahun terhadap Masyhuri Hasan, salah seorang terdakwa dalam perkara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s