Malinda: Pemberian Blangko Kosong Sudah Lazim
Imanuel More | Latief | Rabu, 8 Februari 2012 | 14:13 WIB
HERUDIN/KOMPAS IMAGES Inong Melinda Dee.

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus tindak pidana perbankan dan pencucian uang Inong Malinda Dee (48) mengatakan, pemberian blangko kosong kepada nasabah sudah lazim dilakukan para Relatioship Manager (RM) Citibank. Pelayanan khusus bagi nasabah Citigold tersebut, menurut Malinda, seharusnya sudah diketahui pimpinan Citibank.

Selama ini tidak pernah ada teguran dari atasan.
— Inong Malinda Dee

“Sudah lazim di antara RM Citibank. Pasti,” kata Malinda Dee dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2012).

Dia menjelaskan, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari servis khusus yang diberikan kepada nasabah Citigold, nasabah prioritas Citibank. Tujuannya untuk membantu para nasabah kaya yang sering kali terlalu sibuk untuk datang secara pribadi ke depan kasir.

“Mereka tidak mau repot antre di depan kasir,” kata Malinda.

Layanan khusus tersebut, Malinda mengakui, di luar prosedur operasional baku atau SOP Citibank. Namun, karena sudah biasa dilakukan para RM, seharusnya pimpinan mengetahui penyimpangan tersebut.

“Selama ini tidak pernah ada teguran dari atasan,” ujar istri terpidana Andhika Gumilang.

Malinda menjabat sebagai RM di Citibank Cabang Landmark, Kuningan, Jakarta Selatan, sejak 1996. Terhitung sejak mulai berkarier sebagai customer service di kantor yang sama pada 1986, Malinda mengaku sudah mendatangkan lebih dari satu juta nasabah bagi Citibank. Hingga saat terakhir bekerja (2011), ia masih menangani ratusan nasabah, itu pun setelah membagikan sebagian nasabah kelas atas kepada RM lainnya.

“Yang saya tangani terakhir ada sekitar 200-300 nasabah, tahun 2011,” tutur Malinda menjawab pertanyaan jaksa penuntut Tatang Sukarna.

Dia mengakui, tiga nasabah yang dijadikan sebagai saksi di pengadilan, yaitu Rohli bin Pateni, Suryati T Budiman, dan Susetyo Sutadji, termasuk di antara nasabah yang ditanganinya.

Adapun Malinda didakwa karena melakukan 117 transaksi transfer atau pemindahbukuan dana nasabah tanpa sepengetahuan atau seizin pemilik rekening. Transaksi tranfer dana yang dilakukan Malinda terdiri dari 64 transaksi dengan total Rp 27,3 miliar dan 53 transaksi dengan total US$ 2 juta. Turut menjadi terdakwa dalam kasus ini seorang mantan teller Citibank dan dua staf Citibank, masing-masing seorang cash officer dan cash supervisor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s