KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

KONSULTASI / SEKS – ARTIKEL

 

Ereksi Selalu Hilang

Asep Candra | Kamis, 9 Februari 2012 | 10:57 WIB

TANYA : 

Dok, saya baru saja sebulan menikah. Saat berhubungan dengan istri, kami sudah melakukan foreplay yang kami rasa sudah baik karena kami sama-sama menikmatinya. Tetapi saat hendak melakukan penetrasi, tiba-tiba badan saya menjadi lemas dan berangsur-angsur penis saya menjadi tidak ereksi lagi.  Hal ini sudah beberapa kali terjadi. Padahal setiap pagi dan saat melakukan foreplay, penis saya bisa ereksi dengan baik tanpa masalah. Dan juga pernah saya coba “dionanikan” oleh istri dan dapat keluar seperti biasa. Yang ingin saya tanyakan, apakah ini menjadi sebuah pertanda memiliki gangguan seksual? Apakah ada dampak karena faktor psikologis karena beban pekerjaan di kantor sehingga mempengaruhi gairah seksual? Bagaimana cara mengatasinya dok? Saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

(Otong Silo, 29, Medan)

JAWAB :

Kalau gangguan itu selalu atau seringkali terjadi, itu dianggap sebagai disfungsi ereksi. Jadi disfungsi ereksi bukan semata-mata tidak dapat mencapai ereksi, melainkan juga tidak mampu mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual dengan memuaskan.

Penyebab psikis merupakan salah satu penyebab disfungsi ereksi. Beban kerja dapat mengakibatkan disfungsi ereksi, baik secara fisik maupun psikis. Tetapi ada banyak gangguan fisik atau penyakit yang mengakibatkan disfungsi ereksi.

Hal yang perlu diketahui juga ialah bagaimana dengan gairah seksual Anda, yang berbeda dengan kemampuan mempertahankan ereksi. Kalau gairah seksual terganggu, akhirnya akan mengganggu ereksi juga. Karena itu gairah seksual berbeda dengan kemampuan ereksi.
Diperlukan pemeriksaan yang jelas, apa yang sebenarnya Anda alami. Apakah gairah seksual Anda yang terganggu atau semata-mata disfungsi ereksi. Setelah itu, barulah Anda mendapat pengobatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s