Menanti Pembalasan Greysia Dkk
A. Tjahjo Sasongko | A. Tjahjo Sasongko | Rabu, 15 Februari 2012 | 09:48 WIB
AFP/KAMARUL AKHIR Ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Meiliana Jauhari.

MAKAU, Kompas.com – Gresyia Polii dkk dari tim Piala Uber Indonesia berkesempatan membalas kekalahan mereka dri tim Thailand di final SEA Games XXVI lalu. Laga puncak penyisihan grup Y kualifikasi Piala Uber zona Asia antara tim Uber Indonesia melawan Thailand merupakan pertandingan yang ditunggu-tunggu. Pertarungan memperebutkan gelar juara grup ini diperkirakan akan berlangsung ramai. Kedua negara tentunya akan berjuang mati-matian untuk menang agar terhindar dari tim China pada babak perempat final. Pertemuan tim putri Indonesia vs Thailand besok merupakan ulangan partai final SEA Games 2011. Pada ajang pesta olahraga se Asia Tenggara itu, tim negeri Gajah Putih mengukuhkan kemenangan 3-1 atas Indonesia. Satu-satunya poin yang diraih tim Merah Putih datang dari pasangan ganda putri Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari yang mengalahkan Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul 22-20, 21-9. Pelatih ganda putri, Aryono Miranat mengatakan bahwa dirinya cukup optimis kali ini Indonesia mampu mencuri poin dari nomor ganda. “Pemain ganda Thailand memiliki tipe permainan yang cepat. Baik Greysia/Meli atau Anneke/Nitya bisa dibilang lebih unggul dari segi permainan, saya rasa kedua negara memiliki peluang yang seimbang” kata Aryono. Sementara itu di nomor tunggal, Adriyanti Firdasari yang kemungkinan besar akan diturunkan sebagai tunggal pertama, mengatakan ia dan rekan-rekanya di tim Uber cukup optimis bisa mengatasi tim Thailand. “Saat ini kami ingin fokus menghadapi tim Thailand, karena mereka merupakan lawan yang paling berat di grup Y. Kami terus menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam tim karena hal ini sangat penting di pertandingan beregu” kata Firda, peraih medali perak tunggal putri perorangan SEA Games 2011. Jika diturunkan, Firda akan kembali berjumpa dengan pemain muda berbakat Thailand, Ratchanok Intanon. Pada pertemuan terakhirnya di SEA Games lalu, Firda harus menyerah dari Ratchanok setelah berjuang tiga gim 12-21, 21-19, 19-21. Firda mengatakan bahwa sejak di Jakarta ia dan pelatihnya telah mempelajari kekalahan tersebut melalui rekaman pertandingan. “Kekalahan kemarin sudah di evaluasi bersama pelatih. Menghadapi pemain seperti Ratchanok memang tak mudah, dia merupakan pemain yang pintar di lapangan. Kadang pola permainannya pun berubah-ubah” ujar Firda menjelaskan. Tim Indonesia dan Thailand tergabung di grup Y bersama Sri Lanka dan Kazakhstan. Pada pertandingan sebelumnya, Indonesia berhasil menghabisi Sri Lanka dan Kazhakhstan dengan skor 5-0. Begitu pun Thailand yang juga memenangkan semua partai atas kedua negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s