Wamendikbud: Mahasiswa Saat Ini “Ala Kadarnya”
Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 15 Februari 2012 | 12:32 WIB
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryati

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti mengatakan, keteguhan dan pantang menyerah menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan karakter dan jati diri bangsa. Dalam prioritas ini, ia mencontohkan kultur akademik yang terjadi saat ini.

Wiendu menilai, pelajar dan mahasiswa saat ini kurang memiliki sikap pantang menyerah. Menurutnya, hal itu terbukti dari karya, atau tugas para mahasiswa yang cenderung dikerjakan “ala kadarnya”.

“Saya ini dosen di Universitas Gadjah Mada. Sepertinya, mahasiswa saat ini ‘ala kadarnya’ dalam menyelesaikan tugas. Mereka sering tidak mencantumkan referensi dalam tulisan-tulisan mereka. Mereka pikir itu hebat, padahal itu pemikiran orang lain dan harus ditulis dalam referensi,” ujar Wiendu dalam diskusi ‘Pendidikan Karakter di Tengah Problematika Pendidikan Nasional, yang digelar Poksi Fraksi PKS, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Terkait pembangunan karakter dan jati diri bangsa, Wiendu menyebutkan ada delapan prioritas yang akan dilakukan. Selain yang telah disebutkan di atas, prioritas lainnya adalah kejujuran. Dalam hal ini, semua elemen masyarakat sejak usia dini dikenalkan dan diajari untuk berbicara kebenaran, tidak mencontek, dan tidak mencuri.

Prioritas selanjutnya adalah menumbuhkan rasa bertanggung jawab. Yang menjadi penekanan dalam poin ini adalah melakukan segala sesuatu dengan serius, bertanggung jawab, tidak bergantung dan menyalahkan orang lain.

Selanjutnya, kata dia, masyarakat harus dirangsang untuk suka belajar dan berprestasi. Untuk itu, masyarakat harus dirangsan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreatif dan menemukan sesuatu yang baru.

“Prioritas keempat yang tak kalah penting adalah mengenai disiplin diri. Orang disiplin pasti mampu mengontrol dirinya sendiri,” kata Wiendu.

Wiendu melanjutkan, menghargai keberagaman menjadi prioritas berikutnya. Ia menekankan pentingnya untuk berpikir terbuka, dan tidak memaksakan kehendak orang lain.

“Dua prioritas selanjutnya adalah semangat berbagi dan optimis. Kita harus murah hati, dan percaya diri mewujudkan masa depan yang lebih baik,” papar Wiendu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s