Pasar Saham Eropa Berakhir di Zona Merah
 | Erlangga Djumena | Rabu, 15 Februari 2012 | 02:05 WIB
Shutterstock ILUSTRASI: Bursa saham

LONDON, KOMPAS.com – Pasar saham Eropa berakhir melemah pada Selasa (14/2/2012) waktu setempat, setelah data penjualan ritel Amerika Serikat mengecewakan dan Moody’s menurunkan peringkat utang enam negara Eropa akibat krisis zona euro.

Moody’s semalam juga menempatkan pada prospek negatif tiga negara lainnya, termasuk Prancis dan Inggris, tetapi pasar utama Eropa  semuanya dalam wilayah positif dalam perdagangan tengah hari. Namun pasar tergelincir setelah Departemen Perdagangan AS mengatakan, penjualan ritel Januari naik 0,4 persen dari Desember. Sementara itu kenaikan terbesar sejak Oktober, kenaikan itu hanya setengah perkiraan sebagian besar analis.

Indeks acuan FTSE 100 di London berakhir turun 0,10 persen pada 5.899,87 poin. Di Frankfurt, indeks DAX 30 melemah sebesar 0,15 persen menjadi 6.728,19 poin dan di Paris, indeks CAC 40, jatuh 0,26 persen menjadi 3.375,64 poin.

Dalam transaksi valuta asing, mata uang tunggal Eropa merosot menjadi 1,3154 dollar dari 1,3191 dollar pada akhir Senin di New York.

Saham AS juga melemah, dengan Dow Jones Industrial Average merosot 0,17 persen menjadi 12.852,58 poin setelah lima menit pertama perdagangan. Indeks S&P 500 turun 0,30 persen menjadi 1.347,72 poin, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 0,37 persen menjadi 2.920,49 poin.

“Tindakan penurunan peringkat tadi malam oleh Moody’s tidak benar-benar memberitahu pasar segala sesuatu yang mereka belum tahu dan gerakan awal di pasar ekuitas ini mencerminkan realitas baru, dengan FTSE didorong kembali di atas tingkat 5.900,” kata analis CMC Markets UK, Michael Hewson.

“Dalam jangka pendek, bagaimanapun, investor tampaknya telah menemukan udara yang sedikit tipis pada tingkat ini dan pasar berbalik lebih rendah di sesi sore hari, setelah penjualan ritel AS datang agak bervariasi dan sebagian besar di bawah harapan,” tambahnya.

Semalam, Moody’s menurunkan peringkat utang Italia, Spanyol dan Portugal dan menempatkan peringkat teratas ’Aaa’ Prancis, Inggris dan Austria pada peringatan, dengan alasan bahwa mereka semakin rentan terhadap krisis zona euro yang telah lama berlangsung.

Austria, Prancis dan Inggris semuanya ditempatkan pada prospek negatif — sebuah peringatan jika kondisi memburuk mereka bisa terkena penurunan peringkat penuh.

Namun investor mengambil kegembiraan dari lembaga riset ZEW  yang secara luas mematau barometer kepercayaan investor Jerman melonjak ke tingkat tertinggi dalam 10 bulan. Indeks ZEW naik lebih besar dari perkiraan 27 poin dari wilayah negatif menjadi berdiri di plus 5,4 poin untuk Februari. Ini adalah pertama kalinya sejak Mei 2011, indeks telah positif dan pembacaan tertinggi sejak April 2011.

“Data penjualan ritel dari AS yang lebih buruk dari perkiraan mendorong saham lebih rendah di perdagangan sore Eropa dan mementahkan banyak dukungan yang diperoleh dari data  sentimen ZEW Jerman yang lebih baik dari perkiraan di sesi pagi, yang telah mengangkat saham dari penurunam akibat peringatan Moody’s,” kata Joshua Raymond, kepala strategi pasar City Index.

Pasar juga mengawasi perkembangan mengenai Yunani. Menteri keuangan Eropa diperkirakan akan bertemu pada Rabu di Brussel penandatanganan kesepakatan Yunani yang diperlukan untuk paket penyelamatanyang disponsori Eropa, diikuti dengan penawaran kepada pemegang sektor swasta untuk mengurangi sekitar setengah dari kepemilikan mereka atas obligasi pemerintah Yunani.

Namun, sebuah sumber mengatakan, setelah pasar ditutup, pertemuan itu mungkin ditunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s