Teror Bom di Tiga Negara, Amerika Kambing Hitamkan Iran
 Tri Wahono | Erlangga Djumena | Rabu, 15 Februari 2012 | 02:34 WIB
AFP PHOTO / Nicolas ASFOURI Tim gegana kepolisian Thailand memeriksa lokasi ledakan di Bangkok, Thailand, Selasa (14/2/2012). Tiga ledakan kecil terjadi di Bangkok dan mengakibatkan seorang warga negara asing yang diduga dari Iran terluka Dalam peristiwa itu Seorang lelaki yang membawa kartu pengenal Iran terluka akibat ledakan granat yang diduga dibawanya sendiri itu.

WASHINGTON, KOMPAS.com — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya terjadi di sekitar Selat Hormuz. Kali ini, AS dan sekutunya Israel mengambinghitamkan Iran atas teror bom yang terjadi di sejumlah negara dalam beberapa hari terakhir.

Seperti dilaporkan sebelumnya, teror bom terjadi di India, Georgia, dan Thailand. Sebuah bom meledak di mobil diplomat Israel di New Delhi, Senin (13/2/2012) dan melukai satu orang.

Di hari yang sama, bahan peledak juga ditemukan di bawah mobil diplomat Israel di ibu kota Georgia, Tbilisi. Namun, aparat keamanan berhasil mengamankan sebelum sempat meledak.

Ledakan beruntun yang dilaporkan sampai tiga kali juga terjadi di wilayah timur Ibu Kota Thailand, Bangkok, Selasa (14/2/2012). Dua warga Iran yang diduga terlibat dalam aksi pengeboman tersebut ditangkap di Bangkok.

“Kami sungguh mengecam serangan tersebut,” kata juru bica Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, Selasa. “Beberapa hal mengarah ke Iran,” tambahnya. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi keterkaitan antara serangan di India, Georgia, dan Thailand, tetapi pihaknya menengarai keterlibatan Iran dan aliansinya di Lebanon, Hezbollah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak juga mengecam Iran sebagai dalang rangkaian pengeboman tersebut. Tidak hanya Iran, Barak juga menuding Hezbollah sebagai momok teror saat ini. Aliansi Iran dan Hezbollah, menurut Barak, membahayakan stabilitas kawasan dan juga keamanan dunia.

Bulan lalu, aparat keamanan di Bangkok menangkap seorang berkebangsaan Lebanon yang diduga merencanakan teror di ibu kota Thailand tersebut. Tindakan itu menyusul peringatan dari AS bahwa akan ada potensi serangan teroris di kawasan wisata yang padat. Pihak berwenang Thailand menyatakan bahwa tersangka berasal dari jaringan yang terkait dengan Iran, Hezbollah, dan kelompok Suriah yang masuk dalam daftar teroris versi AS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s