Petambak Dipasena Lanjutkan Aksi di Istana Negara
Yulvianus Harjono | Marcus Suprihadi | Rabu, 15 Februari 2012 | 08:16 WIB
KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Ribuan petambak plasma PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) berunjuk rasa menuntut percepatan revitalisasi tambak, Rabu (29/9/2010) di Depan Gedung DPRD Lampung.

 

TERKAIT:

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Setelah berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Thailand dan kantor PT Central Proteinaprima Tbk, perwakilan petambak plasma Dipasena akan melanjutkan aksinya di depan Istana Negara, Rabu (15/2/2012).

Menurut Ari Suharso, perwakilan petambak plasma Dipasena, selain ke Istana Negara, mereka akan berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian dan mendatangi Mahkamah Konstitusi. Aksi ini diberi tajuk ”tidak ada negara dalam negara”.

Menurut dia, dalam rangkaian unjuk rasa hari ini, mereka akan menuntut pemerintah segera mengalirkan listrik ke Bumi Dipasena dan mencabut izin usaha PT Aruna Wijaya Sakti (PT CPP) di Bumi Dipasena, Tulang Bawang, Lampung.

Perwakilan petambak rencananya juga akan menyerahkan surat pernyataan kepada Presiden. Mereka berharap krisis di Bumi Dipasena yang mengancam kelangsungan 41.000 jiwa petambak dan keluarganya bisa segera diakhiri. Sehari sebelumnya, mereka berunjuk rasa di depan Kedubes Thailand dan Kantor CPP di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s