Ketenaran, Obat, dan Minuman Keras

Eko Hendrawan Sofyan | Rabu, 15 Februari 2012 | 09:18 WIB

AFP
Whitney Houston

LOS ANGELES, KOMPAS.com  — Masih diperlukan waktu beberapa pekan sampai penyebab kematian penyanyi pop Whitney Houston diketahui pasti. Uji toksikologi yang dilakukan memerlukan waktu sampai delapan pekan. Namun, spekulasi mengenai penyebab kematian itu merebak bahwa dia tewas karena campuran obat resep dan minuman keras.

Pihak berwenang menolak mengeluarkan hasil awal otopsi Houston. Namun, mengingat riwayat kecanduan narkoba dan miras Houston, kecurigaan awal adalah kemungkinan overdosis narkoba.

Ed Winter—dokter forensik untuk Los Angeles County, yang menolak berspekulasi mengenai hasil temuan pada darah atau urine Houston—mengatakan, mungkin ada kecurigaan mengenai penyebab kematian, tetapi masih harus menanti hasil resmi. ”Anda mungkin punya kecurigaan. Namun orang itu bisa saja mengalami serangan jantung atau embolisme,” katanya.

Laman berita hiburan TMZ mengatakan dari ”sumber-sumber keluarga”, mereka mengetahui bahwa Houston meninggal karena kombinasi obat resep dan miras.

Situs itu, mengutip sumber-sumber penegak hukum dan jaringan televisi NBC, mengatakan, beberapa botol pil ditemukan di kamar hotel tempat Houston meninggal, di antaranya obat antidepresi Xanax dan obat antirasa sakit lainnya. CBS News, mengutip sumber yang berspekulasi, mengatakan, kemungkinan besar penyebab kematian adalah serangan jantung atau overdosis obat resep.

Mendapatkan semuanya

Houston bukan pesohor pertama yang hidupnya berakhir tragis. Walau penyebab kematiannya belum diketahui, riwayat penyalahgunaan narkoba membuat orang bertanya-tanya bagaimana kemundurannya bisa terjadi di hadapan mata publik, seperti dialami selebritas lain.

”Mereka lebih rentan karena bisa mendapatkan apa yang diinginkan, sebanyak mereka mau dan kapan pun. Itu adalah kombinasi yang buruk,” kata ahli ketergantungan obat, Dr Gregory A Smith, kepada NBC.

Smith mengatakan, dia sedih, tetapi tidak terkejut mendengar kematian Houston. Menurutnya, orang-orang di sekitar selebritas itu khawatir akan posisi mereka sehingga tidak cukup keras memberitahu kala sang selebritas menyalahgunakan obat.

Smith mengatakan, seharusnya orang-orang yang dekat dengan selebritas cukup berani mengingatkan bahwa narkoba itu tidak bagus.

Hal serupa dikatakan Colin Galbraith, penulis masalah rehabilitasi pecandu narkoba. Menurutnya, pesohor dikelilingi oleh orang-orang yang akan melakukan dan mendapatkan apa pun bagi mereka tanpa bertanya. Banyak selebritas bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan, dan ini adalah bagian dari masalah.

Menurut Galbraith, ketika seorang selebritas memutuskan melakukan pemulihan, kerap kali putusan itu tanpa dukungan dan komitmen. Ini yang membuat rehabilitasi tidak berhasil pada banyak selebritas. Houston beberapa kali menjalani itu untuk mengatasi ketergantungan pada obat dan miras, paling akhir pada Mei 2011.

Michael Jackson tewas tahun 2009 karena overdosis untuk mengatasi kesulitan tidur. Aktor Heath Ledger pada 21 Januari 2008 ditemukan tewas akibat kecelakaan setelah mengonsumsi enam jenis obat penghilang nyeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s