Berita terkini, 15 pebuari 2012

Ini yang Dilakukan Bos-bos Saat Jam Kantor
Felicitas Harmandini | Dini | Rabu, 15 Februari 2012 | 12:12 WIB

KOMPAS.com – Bos adalah orang paling dicari di kantor, tapi entah mengapa, mereka justru paling sulit ditemukan. Berkas-berkas yang perlu ditandatangani si bos terpaksa teronggok di meja kerjanya sepanjang hari. Meeting mingguan juga kerap berlangsung tanpa kehadirannya, atau paling-paling ia muncul sebentar lalu bergegas pergi.

Apa sih yang sebenarnya sedang dilakukannya?

Sepertiga dari waktu kerja bos ternyata dihabiskan untuk menghadiri meeting, demikian salah satu penemuan utama tim peneliti dari London School of Economics dan Harvard Business School. Tim ini mengikuti jadwal harian lebih dari 500 CEO di seluruh dunia, dengan tujuan untuk mengetahui secara persis bagaimana mereka mengelola waktu, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi performa dan manajemen perusahaan.

Tim menggunakan catatan waktu yang disimpan asisten pribadi para CEO tersebut, yang melacak aktivitas yang berlangsung lebih dari 15 menit selama satu minggu, yang dipilih oleh para peneliti. Project, yang diberi nama Executive Time Use Project ini, sudah mengumpulkan data dari tiga studi yang berbeda dari CEO di seluruh dunia.

Dalam salah satu sampel yang melibatkan 65 CEO, terlihat bahwa para bos itu menghabiskan sekitar 18 jam dari 55 jam kerja selama seminggu untuk meeting, lebih dari tiga jam untuk menelepon, dan lima jam menghadiri jamuan makan bisnis. Sisa waktu yang ada digunakan untuk traveling atau aktivitas pribadi lain, seperti olahraga, atau makan siang dengan istri. Aktivitas lain yang dilakukan dalam waktu singkat antara lain menelepon (tidak tercatat oleh asisten pribadi). Mereka juga bekerja sendiri rata-rata enam jam per minggu.

Semakin banyak laporan langsung yang diterima oleh sang CEO, semakin banyak dan panjang meeting internal yang dihadirinya. Dalam kondisi seperti ini, CEO ini memilih untuk menanganinya sendiri ketimbang mendelegasikannya pada manajer lain.

Jumlah waktu yang dihabiskan para CEO untuk meeting ini tidak mengejutkan para peneliti, mengingat peran CEO adalah mengelola karyawan dan menemui para klien dan konsultan. Jadwal meeting yang padat, yang di perusahaan-perusahaan global kerap diadakan secara virtual, menunjukkan bahwa para eksekutif ini berperan penuh dalam perusahaan, dan sangat dekat dengan para manajer dan kliennya.

Mengingat terbatasnya waktu, pertemuan secara tatap muka sudah tak lagi jadi satu-satunya pilihan. Rory Cowan, CEO Lionbridge Technologies Inc., perusahaan layanan teknologi dari Waltham, Massachusetts, mengatakan bahwa komunikasi secara konstan dengan staf dan kliennya banyak dilakukan melalui SMS, instant messaging, dan video chatting. Cara ini sangat efektif, terbukti meeting jarang sekali berakhir lebih dari 15 menit.

Meski begitu, mereka mengaku butuh waktu sendiri lebih banyak untuk berpikir dan mengatur strategi. Lars Dalgaard, CEO dari SuccessFactors Inc., sebuah perusahaan software untuk sumber daya manusia, mencoba mendedikasikan 25 persen waktunya selama seminggu untuk berpikir. Waktu itu diperoleh dengan mengosongkan waktu dalam jadwal kegiatannya, atau saat di atas pesawat, atau ketika berkendara. Sedangkan Cowan mengaku tak mau diganggu setiap pukul 07.00 pagi, agar dapat menjernihkan pikiran, juga membaca e-mail yang masuk dan mengikuti berita di suratkabar.

Hal yang berbeda dialami Jon Oringer, CEO Shutterstock Images LLC, perusahaan penyedia stok foto yang berbasis di New York. Ia jarang menelepon, dan dalam sehari rata-rata hanya menghadiri tiga meeting yang kebanyakan memakan waktu 30 menit saja (kadang-kadang bisa sampai 90 menit). Sisa waktunya digunakan untuk mengamati persaingannya dengan blog-blog seperti TechCrunch, memonitor traffic web, Twitter feeds, dan mengerjakan proyeknya sendiri. Ia biasa bekerja dari pukul 09.30 hingga 16.00, namun masih sering bekerja di rumah, termasuk saat akhir pekan.

“Saya tak merasa sedang bekerja ketika melakukan semua aktivitas itu,” kata pria bergelar Master dari ilmu komputer di Columbia University ini. “Itu hobi saya.”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s