Arist: Amn Tetap Harus Dihukum dengan Perlakuan Khusus
Neli Triana | Marcus Suprihadi | Senin, 20 Februari 2012 | 15:12 WIB
KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGAKetua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Komnas Perlindungan Anak  Arist Merdeka Sirait mengatakan, dalam setahun terakhir setidaknya ada empat kejadian pembunuhan dengan pelaku sama-sama berusia 13 tahun.

“Ada di Bekasi, Ciracas-Jakarta Timur, Pemantang Siantar-Sumatera Utara, dan terakhir di Cinere-Depok,” kata Arist.

Yang di Bekasi dan Ciracas, korban sesama anak-anak meninggal dunia.

“Ini karena ada daur ulang atas apa yang dilihat, didengar, dirasakan di lingkungan rumah, sekolah, dan kawasan beraktifitasnya,” kata Arist. Untuk itu, Arist meminta semua pihak mengurangi kalau tidak bisa menghentikan langsung semua tindak kekerasan.

Mulai dari tayangan televisi, komunikasi antara orang tua dan anak, sampai perilaku tokoh seperti tokoh politik, artis, hingga agamawan atau golongan/kelompok yang bertindak atas nama agama atau alasan lain.

Pelaku kejahatan anak juga harus dihukum sesuai tindakannya. Akan tetapi, karena belum dewasa ada perlakuan khusus. “Seharusnya dirawat di ruang perlindungan sosial di mana ada ahli-ahli yang dibutuhkan untuk menyadarkan si anak bahwa tindakannya salah. Kemudian ada proses rehabilitasi sehingga si anak mampu berkembang dan bersosialisasi normal kembali,” kata Arist.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s