Drogba Bantah “Kudeta” Villas-Boas
MH Samsul Hadi | Robert Adhi Ksp | Selasa, 21 Februari 2012 | 13:34 WIB

AFP/IAN KINGTON

Striker Chelsea, Didier Drogba, berduel dengan pemain Birmingham City, Curtis Davies, pada putaran ke-5 Piala FA, Sabtu (18/2/2012). Drogba dikabarkan mengajak bicara rekan-rekannya untuk merancang strategi, tanpa sepengetahuan Manajer ANdre Villas-Boas.

NAPOLI, KOMPAS.com – Striker Chelsea Didier Drogba membantah spekulasi yang beredar bahwa dirinya telah mengambil-alih peran pelatih Andre Villas-Boas dengan memegang kendali tim di ruang ganti saat turun minum pada laga Piala FA melawan Birmingham City, Sabtu (18/2/2012) lalu. Ia menegaskan, semua pemain Chelsea kompak mendukung dan ingin membantu pelatih.

“Saya ingin memperjelas beberapa hal. Pelatih-lah yang memberikan instruksi saat turun minum dan setelah itu saya pikir ia punya beberapa pemimpin dalam tim,” kata Drogba dalam jumpa pers di Napoli, Senin (20/2/2012) malam atau Selasa dini hari WIB tadi, menjelang duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

“Kami di sini ingin membantu dia (pelatih). Setelah itu, kami berusaha memperbaiki penampilan tim setelah turun minum dan tidak ada kejadian lainnya. Saya pikir, orang membesar-besarkan sesuatu yang tidak terjadi,” lanjut pemain Pantai Gading berusia 33 tahun itu.

Spekulasi Drogba “mengudeta” Villas-Boas dengan mengambil-alih peran memberikan instruksi pada tim saat turun minum laga melawan Birmingham merebak sejak akhir pekan lalu. Pada laga putaran kelima Piala FA di Stamford Bridge itu, Chelsea sempat tertinggal 0-1 di babak pertama.

Daniel Sturridge menyelamatkan “The Blues” lewat gol balasan di babak kedua dan laga berakhir imbang 1-1, membuat Chelsea masih memiliki peluang lolos ke perempat final pada laga ulangan, awal Maret mendatang. Spekulasi terjadinya “kudeta” Drogba di ruang ganti itu menambah berbagai laporan belakangan ini bahwa Chelsea sedang diguncang keretakan hubungan sebagian pemain senior dengan Villas-Boas.

Menaggapi santernya berita seputar pemberontakan sejumlah pemain Chelsea pada dirinya, pekan lalu Villas-Boas melontarkan pernyataan yang justru memperjelas keretakan hubungan dia dengan pemainnya. “Pemain tidak harus mendukung proyek saya. Hanya pemilik klub yang perlu mendukung proyek saya,” kata pelatih asal Portugal dan mantan Asisten Pelatih Jose Mourinho itu.

Bos dan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, pekan lalu dikabarkan mengunjungi dan melihat latihan para pemain klubnya, dua hari secara beruntun. Ditanya soal pertemuannya dengan Abramovich saat itu, Villas-Boas menjawab, “Singkat, akurat, dan tepat.”

Ia mengakui, Abramovich ingin mengetahui bagaimana situasi bisa membaik. “Di klub ini, kami diberi kondisi penuh untuk meraih sukses, dari segi talenta maupun fasilitas. Mereka membayar kami dengan bagus dan mereka tidak membayar kami untuk gagal.

“Mereka menuntut kami bisa sukses dan kami paham itu,” kata Villas-Boas. Hasil laga tandang melawan Napoli pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Selasa (21/2/2012) atau Rabu dini hari WIB nanti bakal menjadi barometer: apakah Villas-Boas akan selamat atau dipecat?

Sumber: Reuters, AFP, The New York Times

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s