BBM Naik, Demokrat Yakin Dukungan Tak Tergerus
Sandro Gatra | Kistyarini | Rabu, 29 Februari 2012 | 18:57 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODOPengguna mobil mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di SPBU 31.12902, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2011). Tingginya harga BBM non subsidi jenis Pertamax memicu meningkatnya konsumsi premium yang pada triwulan pertama sebesar 5,88 juta kiloliter atau melebihi 1,6 persen dari kuota APBN 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Demokrat (PD) meyakini jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan, dukungan publik pada partai tersebut tidak akan tergerus. Pasalnya, kenaikan itu disebut merupakan kehendak rakyat.

“Normal-normal saja (dukungan). Sebenarnya kalau kita naikkan itu sesuai permimtaan masyarakat. Kalau tidak kita naikkan maka beban APBN besar sehingga biaya pembangunan infrastruktur berkurang. APBN itu kan juga uang rakyat,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) Jafar Hafsah di ruang Fraksi PD di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Jafar mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi sudah tidak bisa dihindari lantaran harga minyak dunia sudah diatas 115 dollar AS per barel. Padahal, kata dia, asumsi harga minyak di APBN 2012 hanya 90 dollar AS per barel.

Jafar menambahkan, rencana pemerintah itu akan segera dibawa ke rapat Sekretariat Gabungan. Nantinya, kata dia, akan dibicarakan apakah partai koalisi mendukung atau tidak, berapa besaran kenaikan, bentuk kompensasi, dan sebagainya.

Jafar membantah tuduhan bahwa kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) untuk rakyat yang terkena dampak kenaikan BBM bersubsidi dijadikan alat untuk menaikkan citra Partai Demokrat.

“BLT kan di Amerika Serikat juga ada seperti itu. Dana-dana kesejahteraan langsung dibayar. Pada waktu kita berlakukan (kenaikan) akan berdampak pada masyarakat yang di bawah garis kemiskinan. Orang yang berpengasilan rendah, sedikit saja goncangan sangat berpengaruh pada belanja mereka,” ucap Jafar.

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan dua opsi mengurangi besaran subsidi BBM. Opsi pertama, kenaikan harga jual eceran premium dan solar Rp 1.500 per liter. Opsi kedua, memberikan subsidi tetap, maksimum Rp 2.000 per liter, untuk premium dan solar. Penerapan opsi itu disertai pemberian kompensasi.

Rencana pemerintah itu akan dibahas bersama DPR. Pasalnya, dalam Pasal 7 Undang-Undang APBN 2012 menolak kenaikan BBM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s