Tokoh Masyarakat Pelauw Perlu Duduk Bersama
Antonius Ponco A. | Robert Adhi Ksp | Rabu, 29 Februari 2012 | 18:56 WIB
GoogleMaps/KSP Pelauw, Maluku

AMBON, KOMPAS.com – Tokoh agama dan tetua adat di Desa Pelauw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku perlu duduk bersama untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di Pelauw. Masalah yang ada dan kemudian memicu bentrokan berulangkali , hanya bisa diselesaikan oleh masyarakat Pelauw.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman mengatakan hal ini saat bertemu pengungsi konflik Pelauw yang mengungsi di Desa Rohomoni, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (29/2/2012).

“Semua tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tetua adat harus duduk bersama dengan masyarakat. Jika ini dilakukan, pasti ada jalan keluar terbaik yang bisa dicapai,” katanya.

Dia melanjutkan, bentrokan yang terjadi 10 Februari lalu dan berakibat enam orang tewas dan 402 rumah rusak, seharusnya tidak perlu terjadi jika tradisi pela-gandong yang merupakan warisan budaya leluhur tetap diingat dan menjadi pegangan. Tradisi itu telah dimunculkan nenek moyang sebagai dasar untuk hidup bertoleransi, musyawarah, dan saling menghargai.

Sementara Wakil Bupati Maluku Tengah Imanuel Seipalla mengatakan belum akan mempertemukan kedua kelompok di Pelauw mengingat amarah warga yang belum reda. Ditanyakan kapan pertemuan dilakukan, Imanuel tidak bisa menjawab secara pasti.

“Sekarang kami masih pendeka tan ke kedua kelompok di Pelauw. Tidak mudah untuk bisa mendamaikan kedua kelompok di Pelauw tetapi usaha itu tetap kami upayakan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s