Banyak Pihak Sampaikan Bantahan Sawit
Eny Prihtiyani | Robert Adhi Ksp | Rabu, 29 Februari 2012 | 18:43 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Ilustrasi: Pekebunan kelapa sawit.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, bantahan yang dilayangkan ke AS tidak hanya berasal dari pemerintah saja, tetapi juga kalangan pribadi dan asosiasi.

Kami, Kementerian Perdagangan, secara khusus juga melayangkan keberatan atas tuduhan tersebut. Atase perdagangan kami di sana juga sudah berupaya untuk bernegosiasi.
— Bayu Krisnamurthi

”Kami, Kementerian Perdagangan, secara khusus juga melayangkan keberatan atas tuduhan tersebut. Atase perdagangan kami di sana juga sudah berupaya untuk bernegosiasi,” ujarnya.

Bayu mengatakan, sikap AS tersebut akan menjadi catatan bagi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). ”Sejauh ini kami belum berniat membawa persoalan itu ke WTO. Kita hadapi saja dengan mekanisme bantahan biasa. Paling tidak WTO pasti sudah punya catatan tersendiri terkait sikap AS tersebut,” katanya.

Tanggal 27 Januari lalu, Pemerintah AS menerbitkan notifikasi Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) mengenai standar bahan bakar dari sumber yang dapat diperbarui yang menyatakan bahwa bahan bakar minyak nabati yang berasal dari minyak sawit Indonesia belum memenuhi standar terbarukan.

Standar batas pengurangan emisi gas rumah kaca yang ditetapkan oleh EPA untuk biodiesel dan renewable diesel dari bahan baku sawit ditetapkan minimal 20 persen. Hasil analisis EPA menyebut minyak sawit Indonesia yang masuk ke pasar AS masih di bawah standar, yaitu 17 persen untuk biodiesel dan 11 persen untuk bahan bakar lestari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s